Ngomong-ngomong tentang laptop, satu-satunya yang saya miliki adalah sebuah laptop pemberian suami 11 tahun yang lalu. Waktu itu menginjak 2 tahun usia pernikahan kami, suami meminta saya resign dan bekerja di rumah.

Nah, sebagai bentuk dukungan sekaligus penyemangat, suami memberi hadiah sebuah laptop.

Bisa dibayangkan laptop keluaran 11 tahun yang lalu, sangat tebal dan berat.

Jika bepergian, wajib bawa tas ransel khusus untuk laptop. Kalau hanya dimasukkan dalam tas bahu atau tas selempang saja, bisa dipastikan bakal nyeri pundak saking beratnya!

Selain itu, wajib pula bawa terminal kabel listrik alias colokan. Maklum, baterai laptop jadul saya ini nggak tahan lama.

Laptop jadul ini juga punya kemampuan yang terbatas. Spesifikasinya mengharuskan saya menggunakan software-software versi yang lama. Jadi, nggak usah kaget kalau melihat laptop saya. Semua aplikasinya masih versi lawas.

Suami sih sebenarnya sudah nawarin untuk ganti laptop. Tapi saya selalu bilang, laptop ini masih bisa dipakai kok. Yah, kenyataannya laptop jadul ini memang masih bisa dipakai meskipun kerjanya tak bisa kencang, lambat banget ibarat siput.

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400), Bikin Jatuh Hati

Keputusan saya untuk nggak ganti laptop seketika berubah ketika ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) diluncurkan. Boleh dong saya mimpi punya laptop canggih kayak gini?

Gimana nggak jatuh hati? Seri terbaru dari lini Zenbook Classic ini begitu ringkas dan ringan. Ketebalan bodinya hanya 16,9mm dan bobotnya cuma 1,4Kg. Jadi, kalian akan sangat mudah memasukkannya ke dalam tas bersama perlengkapan lainnya untuk dibawa bepergian.

Tipisnya bodi Zenbook 14X OLED (UX5400) ini tak lain berkat penggunaan teknologi NanoEdge Display. Teknologi ini memungkinkan bezel layar laptop ultra-portable begitu tipis, hanya 3mm di kedua sisi layarnya. Bezel yang sangat tipis inilah yang membuat Zenbook 14X OLED (UX5400) mempunyai layar dengan rasio screen to body hingga 92%. Meski layarnya 14 inchi tapi dimensi bodinya sekelas laptop 13 inchi!

Walaupun bodi Zenbook 14X OLED (UX5400) tipis tapi ketangguhannya tak bisa diremehkan lho. Laptop ultra-portable ini sudah bersertifikasi lolos uji ketahanan berstandar US Military Grade (MIL-STD 810H). Pengujian ekstrem yang dilalui laptop ini antara lain tes jatuh, tes getaran, dan juga tes operasional pada lingkungan yang ekstrem.

Ckckck…bagi saya yang biasa bawa laptop jadul yang tebal dan beraaat, laptop ultra-portable ini bakal terasa seringan kapas!

Nah, tak hanya ringkas dan ringan, setidaknya saya mencatat ada 6 kelebihan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) yang bikin saya benar-benar jatuh hati dan pengen punya banget!

√ Baterai Berkapasitas Besar, Plus Fitur Fast Charging

Selain ringkas dan ringan, Zenbook 14X OLED (UX5400) dibekali pula dengan baterai berkapasitas besar yakni 63Whr. Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, daya tahan baterainya lebih panjang. Nah..pastinya saya nggak perlu lagi bawa colokan kemana-mana!

Baterai berkapasitas besar ini dipasangkan dengan fitur fast charging. Fitur ini mampu melakukan pengisian baterai sampai dengan 50% hanya dalam waktu 30 menit!

Tentu saja kombinasi ini menjadikan Zenbook 14X OLED (UX5400) semakin bisa diandalkan untuk gaya hidup masa kini yang serba cepat.

√ Layar Touchscreen Berteknologi ASUS OLED Dengan Rasio Layar 16:10

Mata lelah dan pedas ketika menatap layar laptop? Kalian yang bekerja dengan mengandalkan laptop pasti pernah merasakannya. Lebih-lebih saya yang bekerja dengan laptop super jadul.

Pengalaman yang berbeda ditawarkan Zenbook 14X OLED (UX5400). Laptop ultra-portable ini menggunakan layar berteknologi ASUS OLED yang punya keunggulan dibanding layar laptop biasa yang masih memakai panel LCD.

Apa sih kelebihan layar berteknologi ASUS OLED?

Layar berteknologi ASUS OLED sudah memiliki sertifikasi low blue light dan anti-flicker dari TÜV Rheinland. Low blue light dan anti-flicker membuat layar laptop aman untuk kesehatan mata dan lebih nyaman ketika digunakan. Mata pun jadi tak mudah lelah sehingga kalian bisa bekerja lebih lama di depan laptop.

Layar ASUS OLED ini juga menawarkan kualitas visual terbaik. Teknologi HDR-nya sudah tersertifikasi oleh VESA Display HDR True Black. Artinya, layar ASUS OLED dirancang berdasarkan standar kebutuhan industri kreatif. Layar ASUS OLED menampilkan konten yang akurat sesuai dengan yang ingin ditampilkan oleh pembuat konten.

Teknologi HDR ini masih ditambah lagi dengan tingkat akurasi warna yang sangat tinggi dan berstandar industri dengan mengantongi sertifikasi PANTONE Validated Display. Layar berteknologi ASUS OLED ini juga bisa mereproduksi warna yang kaya dengan color gamut hingga mencapai 100% pada color space DCI-P3.

Teknologi ASUS OLED pada Zenbook 14X OLED (UX5400) ini ditampilkan pada rasio layar 16:10 dengan resolusi 2.8K (2880×1800). Rasio layar ini tentunya membuat ruang kerja jadi lebih luas dari seri sebelumnya yang masih menggunakan rasio layar 16:9.

Teknologi layar ASUS OLED dengan rasio layar 16:10 ini semakin sempurna dengan adanya fitur touchscreen. Dijamin, navigasi pun jadi sangat mudah dan intuitif.

Pentingnya Layar Laptop Bersertifikasi Low Blue Light dan Anti-Flicker

Ketika membeli laptop apakah kalian pernah memperhatikan sertifikasi low blue light? Tak sedikit pengguna laptop yang mengabaikannya karena menganggap tak penting. Padahal blue light memiliki efek buruk bagi kesehatan lho.

Blue light termasuk dalam golongan HEV light (High-Energy Visible Light) yakni sinar tampak yang memiliki panjang gelombang pendek sekitar 415-455nm dan tingkat energi tinggi. Layar laptop menjadi salah satu sumber blue light ini.

Blue light menjadi berbahaya ketika seseorang terlalu sering terkena paparannya. Adapun risiko blue light yang perlu diwaspadai adalah terganggunya ritme sirkandian yang memicu gangguan tidur, obestitas, depresi hingga gangguan bipolar, rusaknya retina, meningkatnya risiko katarak dan juga menimbulkan kelelahan pada mata.

Nah, teknologi layar ASUS OLED yang digunakan pada Zenbook 14X OLED (UX5400) mampu mengurangi tingkat paparan radiasi blue light hingga 70%!

Menyempurnakan teknologi low blue light, anti-flicker pada teknologi layar ASUS OLED berfungsi melindungi mata dari flicker.

Flicker terus menerus membombardir mata dengan perubahan drastis terkait tingkat kecerahan. Perubahan intensitas cahaya ini memicu area pupil mata meluas dan berkontraksi. Efeknya adalah kelelahan mata, tegang hingga sakit kepala.

Teknologi anti-flicker membuat pengalaman menatap layar laptop jadi lebih nyaman. Kalian bisa fokus bekerja lebih berlama-lama menggunakan laptop tanpa harus merasakan mata lelah, mata tegang ataupun iritasi.

√ ScreenPad™ 2.0

Membayangkan punya laptop dengan layar touchscreen saja sudah berasa seperti mimpi. Dan Zenbook 14X OLED (UX5400) ini masih dilengkapi lagi dengan ScreenPad™ 2.0! Fitur canggih ini tampil sebagai layar kedua sekaligus touchpad.

ScreenPad™ 2.0 memiliki sejumlah fitur yang bisa mendukung produktivitas, contohnya saja fitur Quick Key. Fitur ini memungkinkan kalian mengakses shortcut lebih cepat tanpa harus hafal kombinasi tombol di keyboard.

ScreenPad™ 2.0 sangat mendukung jika kalian harus melakukan multitasking. Berfungsi sebagai layar kedua, kalian bisa menampilkan aplikasi apapun di ScreenPad™ 2.0 menggunakan fitur App Switch. Keren banget ‘kan?

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

√ Engsel ErgoLift

Masih ada lagi lho kecanggihan laptop ultra-portable ini yang akan membuat kalian terkejut-kejut, yakni keberadaan engsel ErgoLift!

Zenbook 14X OLED (UX5400) ini menggunakan mekanisme 180⁰ ErgoLift Hinge. Mekanisme ini membuat laptop bisa dibuka hingga 180⁰ sehingga memudahkan penggunaan kolaboratif.

Tak hanya itu saja, ketika laptop dibuka secara otomatis ditambahkan kemiringan 3⁰ yang akan membuat kegiatan mengetik dalam waktu yang lama jadi lebih nyaman. Sudut kemiringan ini juga menjadikan pendinginan lebih efisien dan audio bekerja lebih baik.

Sudut maksimum pembukaan laptop pun lebih lebar dibanding laptop pada umumnya yakni hingga 141⁰. Ini membuat kalian bisa memilih sudut layar yang terbaik. Dan nantinya ketika laptop ditutup engsel ErgoLift ini bisa benar-benar tersembunyi.

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

√ Konektivitas Lengkap…kap!

Zenbook 14X OLED (UX5400) menawarkan konektivitas yang sangat lengkap untuk mendongkrak produktivitas kalian. Berbagai port disediakan di laptop ini seperti HDMI 2.0, USB 3.2 Gen2 Type-A, hingga MicroSD dan 3.5mm combo audio jack.

Selain itu, ada juga dua port USB Type-C Thunderbolt™ 4. Port modern ini memiliki kecepatan transfer data yang tinggi sampai dengan 40Gbps, dapat dipakai untuk menghubungkan monitor tambahan dengan dukungan resolusi hingga 8K, dan mendukung fitur USB Power Delivery sehingga bisa dipakai untuk mengisi daya baterai melalui adapter charger ataupun power bank.

Untuk konektivitas nirkabel, laptop ultra-portable ini mengandalkan WiFi 6 yang menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dari WIFI generasi sebelumnya dan juga stabil. Tentu saja ini membuat kalian bisa selalu terkoneksi ke internet dengan mudah.

√ Hardware Modern Bikin Laptop Larinya Kencang

Performa laptop adalah koentji produktivitas. Jika kalian ingin cuan lancar, maka performa laptop wajib diperhatikan. Zenbook 14X OLED (UX5400) layak menjadi laptop impian karena dipersenjatai dengan hardware modern yang membuatnya bisa lari kencang.

Laptop modern ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics serta NVIDIA® GeForce® MX450. Tak hanya mendukung kebutuhan komputasi sehari-hari, laptop ultra-portable ini juga sangat powerfull untuk multitasking dan pekerjaan grafis ekstra. Kalian yang berkecimpung sebagai content creator bisa mengandalkan laptop ini!

Hardware modern ini masih ditambah lagi dengan fitur ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT). Fitur AIPT menawarkan tiga mode performa yakni Performance Mode, Balance Mode dan Whisper Mode. Pada Performance Mode, daya prosesor bisa dipacu sampai 40W agar performanya lebih kencang!

Main Spec. Zenbook 14X OLED (UX5400)
CPU Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB LPDDR4X
Storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display

14″ (16:10) OLED 2.8K (2880×1800) 90Hz 400nits DCI-P3:100% NanoEdge display, PANTONE Validated Display, VESA TrueBlack HDR, TÜV Rheinland eye care certified, 92% screen to body ratio

ScreenPad™ 2.0 (FHD+ (2160 x 1080) IPS-level Panel)

Graphics

Intel® Iris Xe Graphics,

NVIDIA® GeForce® MX450, 2GB GDDR6

Input/Output 1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display and power delivery, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD card reader
Camera 720p HD camera
Connectivity Wi-Fi 6 (802.11ax) + Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery 63WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension 31.12 x 22.12 x 1.69 ~ 1.69 cm
Weight 1.4Kg
Colors Lilac Mist, Pine Grey
Price Rp23.999.000
Warranty 2 tahun garansi global

 

Cuan Makin Lancar Dengan Laptop Sekencang ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Jika nelayan mengandalkan perahu untuk mencari nafkah dan petani mengayunkan cangkul demi mendapat hasil bumi, maka saya bergantung sepenuhnya pada laptop agar bisa bekerja untuk hidup.

Lebih dari 8 jam setiap hari, laptop menjadi alat bantu saya untuk melakukan banyak hal. Bisa dibayangkan, betapa pekerjaan-pekerjaan saya akan menjadi jauh lebih mudah dan lancar dengan semua keunggulan yang dimiliki laptop ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400).

Content Writer

Tahun ini adalah tahun kedelapan saya menggeluti pekerjaan sebagai content writer . Ada macam-macam proyek yang saya kerjakan mulai dari membuat ulasan produk, pengetahuan pendukung mengenai sebuah produk, membuat deskripsi produk dan sebagainya.

Bergabung di dua agensi, saya menulis untuk beberapa klien mulai dari UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) hingga perusahaan yang cukup besar.

Pekerjaan sebagai content writer bagi saya sangatlah menyenangkan. Ada banyak hal-hal baru yang selalu saya temukan di setiap campaign atau project. Saya dituntut untuk belajar dan melahirkan ide-ide segar.

Di sela-sela pekerjaan itu, saya juga menulis untuk blog milik sendiri. Saya mendapat penghasilan dari pekerjaan sebagai content writer dan terkadang ada tambahan juga dari blog pribadi.

Konsekuensi dari pekerjaan sebagai content writer ini tentu saja adalah berlomba dengan deadline yang terkadang tanpa jeda. Kalau sudah begini, performa laptop memang jadi andalan.

Menulis Buku

Masih berkaitan dengan dunia tulis menulis, beberapa tahun yang lalu saya mencoba peruntungan dengan menulis naskah-naskah buku sederhana. Naskah-naskah ini kemudian saya kirimkan ke penerbit.

Tak disangka, beberapa naskah diterima dan kemudian diterbitkan menjadi buku. Sejak itulah saya semakin bersemangat untuk menulis naskah buku.

Proses penulisan buku tentu saja jauh lebih lama dan lebih rumit ketimbang pekerjaan sebagai content creator. Saya butuh waktu yang tak sebentar untuk menemukan sebuah tema yang menarik, mengeksplorasi tema itu lalu menyusun bab demi bab hingga terbentuk sebuah naskah utuh. Tak jarang saya harus melalui tahapan koreksi berulang kali.

Oh ya, sebagian buku-buku yang bertemakan tutorial mengharuskan saya membuat sendiri ilustrasinya. Untuk pekerjaan ini, saya benar-benar harus mengandalkan laptop untuk mengolah foto, membuat ilustrasi pendukung hingga membuat video tutorial sederhana untuk disertakan dalam buku.

Tentu saja ketika mempersiapkan sebuah buku, waktu yang saya habiskan untuk menatap laptop pun semakin panjang. Nah, saat mengetahui tentang layar berteknologi Asus OLED, saya menjadi sangat tertarik. Saya bisa segera membayangkan kenyamanan bekerja di layar ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)!

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

Jualan Online Gandeng UMKM

Ada berapa banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan selama pandemi ini? Banyaak! Salah satunya adalah suami tetangga saya, Mbak Prihatin (bukan nama sebenarnya).

Sang suami yang bekerja di bengkel las awalnya hanya dirumahkan sementara. Namun ketika pandemi tak kunjung usai, beliau pun harus kehilangan pekerjaannya.

Kala itulah Mbak Prihatin berkunjung ke rumah saya, meminta tolong untuk menjualkan produk kursi yang dibuat suaminya. Setelah kehilangan pekerjaan, rupanya suami Mbak Prihatin membuat kursi kesehatan berbekal ilmu yang diperoleh di tempatnya bekerja.

Bukan tanpa alasan Mbak Prihatin meminta saya menjualkan kursi kesehatan suaminya. Selama ini orang-orang di sekitar lebih mengenal saya sebagai pedagang online ketimbang content creator ataupun penulis buku.

Beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 menerpa, saya memang mencoba berjualan kain batik secara online di sela-sela menjalani pekerjaan content creator dan menulis buku. Dimulai dari berjualan di Facebook hingga menjalankan beberapa toko online di marketplace.

Nah, awalnya saya ragu-ragu untuk menjual kursi kesehatan buatan suami Mbak Prihatin. Harganya yang terbilang cukup mahal membuat saya pesimis akan berhasil menjualnya di masa pandemi ini.
Belum lagi ukuran dan berat kursi yang membuat pengemasan dan pengiriman bakalan lebih repot ketimbang kain batik.

Tantangan lainnya, keterbatasan modal membuat Mbak Prihatin hanya bisa memproduksi satu kursi saja. Ini artinya, produk kursi lebih banyak ditawarkan dengan status pre-order. Jika ada lebih dari satu pesanan, maka pembeli harus menunggu kursi dibuatkan terlebih dahulu. Sungguh tantangan yang sama sekali tak mudah!

Namun ketika mengingat pepatah Jawa ‘Urip iku urup’ saya pun mencoba menerima tawaran itu. Falsafah Jawa ‘Urip iku urup’ memiliki arti Hidup itu Nyala. Maknanya, hidup hendaknya memberi manfaat bagi orang lain yang ada di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa diberikan tentunya akan semakin baik. Hidup haruslah menerangi seperti sebuah lentera. Falsafah yang pertama kali saya dengar dari mendiang kakek ini begitu menginspirasi saya.

Akhirnya dengan berusaha mengalahkan semua keraguan, saya pun membuat dan mengelola toko khusus di beberapa marketplace untuk Mbak Prihatin.

Sayangnya, niat baik saya tak lantas berjalan mudah. Toko khusus yang saya buat, nyatanya sepi penjualan hingga berminggu-minggu.

Kabar baik baru terdengar ketika level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dilonggarkan dan aktivitas masyarakat kembali bergeliat. Satu kursi berhasil terjual! Duh senengnya!

Tentu saja laptop menjadi andalan saya untuk mengelola beberapa toko online sekaligus. Secara berkala saya harus mengatur iklan, memonitor jangkauan iklan lalu mengevaluasi.

Dengan laptop pula, saya rajin mengikuti webinar yang diadakan marketplace-marketplace. Akhir-akhir ini saya memang sangat bersemangat dan tertantang untuk membantu memajukan toko-toko online yang saya kelola.

jualan online

Desain Produk

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

Bertahun-tahun yang lalu, saya begitu tertarik pada sebuah aplikasi desain grafis gara-gara melihat anak magang mengolah foto dengan aplikasi tersebut di kantor tempat saya bekerja. Rasa tertarik itu mendorong saya untuk belajar secara otodidak mengandalkan tutorial-tutorial di internet.

Setelah resign dan bekerja di rumah, ternyata aplikasi itu sangat membantu pekerjaan-pekerjaan saya. Desain-desain produk untuk toko-toko online saya di marketplace, semuanya dibuat dengan aplikasi ini. Bagi saya, hasilnya lebih memuaskan ketimbang mengandalkan aplikasi pengolahan foto yang ada di smartphone.

Dengan kemampuan aplikasi desain grafis yang masih terbatas, saya juga bisa membantu beberapa teman UMKM untuk membuat label atau banner produk. Yah, meskipun desain saya sederhana, setidaknya mereka tak harus mengeluarkan biaya di tengah masih lesunya penjualan hanya untuk membuat desain produk.

Untuk ilustrasi tulisan-tulisan di blog pun, saya mengandalkan aplikasi pengolahan foto ini walaupun versi aplikasinya bukanlah versi terbaru.

Sayangnya, laptop jadul saya terkadang nge-freeze ketika berjam-jam digunakan untuk mendesain dan menulis. Kalau sudah begini, mau tak mau laptop harus dimatikan paksa lalu istirahat sejenak!

Kesimpulan

Demi mendapatkan hasil tangkapan ikan yang lebih banyak, nelayan beralih dari perahu tradisional ke perahu mesin atau kapal besar supaya bisa menjangkau laut yang lebih jauh. Begitu pula freelancer seperti saya. Cepat atau lambat, mau tak mau harus segera beralih dari laptop jadul ke laptop dengan teknologi terkini supaya lebih produktif dan cuan lebih lancar.

Tentu saja laptop ultra-portable ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) jadi pilihannya. Performa komputasinya bisa diandalkan, layarnya pun bersahabat untuk mata dan sederet teknologi terkini yang membuat aktivitas berjam-jam di depan laptop jadi lebih nyaman!

Impian saya, semoga suatu saat laptop ultra-portable ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) bisa menemani saya berkarya. Semoga semesta mendukung!

“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Writing Competition bersama bairuindra.com”

 

Blog ini menjadi tempat saya berbagi informasi seputar keterampilan wanita, gaya hidup, fashion, pengalaman pribadi dan hal-hal menarik lainnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung.
Puji Lestari