Desain kemeja pria semakin beragam. Jika dulu hanya dikenal model kemeja regular saja, kini muncul model kemeja modern yang dikenal dengan sebutan kemeja slim fit. Nah, kali ini kita akan belajar membuat pola dasar kemeja pria regular yang menjadi pondasi untuk membuat model-model kemeja lainnya. Di sini dijabarkan dari awal cara membuat dan rumus pola dasar kemeja pria seperti halnya pada artikel membuat pola dasar baju wanita dan rumus pola lengan baju.

Peralatan Membuat Pola

Untuk membuat pola dasar kemeja pria, perlu disiapkan beberapa peralatan. Peralatan ini menjadi bagian dari peralatan jahit dan akan selalu dibutuhkan saat membuat pola.

  1. Pita ukur atau meteran untuk mengukur bagian-bagian kemeja pria
  2. Penggaris untuk membuat garis pola lurus maupun melengkung
  3. Kertas pola jahit coklat ataupun transparan. Bisa juga menggunakan kertas koran atau potongan-potongan kertas yang telah disambung-sambung hingga cukup lebar untuk membuat pola kemeja
  4. Pensil untuk menggambar pola
  5. Penghapus untuk menghapus guratan pola jika terjadi kesalahan
  6. Gunting kertas untuk memotong kertas pola jika sudah selesai dibuat.

Cara Mengukur Badan untuk Membuat Pola Dasar Kemeja Pria

Mengukur badan menjadi langkah penting untuk membuat pola dasar kemeja pria yang benar. Ada beberapa bagian tubuh yang perlu diukur dengan cermat agar nantinya menghasilkan ukuran kemeja pria yang nyaman digunakan.
Selain mengukur langsung pada tubuh orang yang hendak mengenakannya, Anda juga bisa mengambil kemeja yang paling nyaman dipakai untuk digunakan sebagai panduan ukuran. Berikut ini beberapa ukuran yang dibutuhkan.

1. Panjang kemeja pria
Panjang kemeja pria diukur dari pangkal leher samping ke bawah hingga panjang kemeja yang dikehendaki.

source: Tailorstore.com

2. Lingkar badan
Lingkar badan diukur melingkar pada badan yang terbesar dengan melewati bagian bawah ketiak.

source: wikihow.com

3. Lebar Pundak
Untuk lebar pundak, lakukan pengukuran dari batas bahu belakang kiri hingga bahu belakang kanan dengan menurunkan kurang lebih 8 cm dari pangkal leher belakang.

source: Tailorstore.com

4. Lebar Bahu
Sedangkan untuk mengukur lebar bahu, ukurlah dari batas leher samping hingga batas bahu.

source: wikihow.com

5. Panjang Lengan
Jika ingin membuat pola kemeja lengan pendek, ukurlah dari batas bahu hingga panjang yang diinginkan umumnya kurang lebih 45cm di atas siku. Sementara itu bila ingin membuat pola kemeja lengan panjang, ukurlah dari batas bahu hingga panjang yang diinginkan.

source: Tailorstore.com

6. Lingkar ujung lengan
Ukurlah melingkar pada batas ujung lengan kemeja kurang lebih 2cm sampai 4cm.

source: Tailorstore.com

7. Lingkar leher
Untuk lingkar leher, ukurlah melingkar pada leher dengan menurunkan kurang lebih 6cm pada lekuk leher depan.

source: wikihow.com

Nah, jika seluruh bagian yang dibutuhkan telah diukur, selanjutnya tahapan pembuatan pola dasar kemeja pria sudah bisa dilakukan.

Membuat Garis Bantu Pola Dasar Kemeja Pria

Setelah melakukan pengukuran, berikut ini contoh ukuran yang diperoleh.
• Lebar bahu: 46cm
• Lingkar badan: 96cm
• Lingkar pinggang: 84cm
• Lingkar pinggul: 100cm
• Lingkar leher: 40cm
• Panjang punggung: 43cm
• Panjang kemeja: 72cm
• Panjang lengan: 58cm
• Lingkar pergelangan tangan: 30cm

Dari contoh ukuran tersebut, kelonggaran bisa ditentukan sesuai keinginan. Adapun panduan kelonggaran sebagai berikut.

• Sempit/ Jangkis = ¼ lingkaran badan + 2,5cm hingga 3cm
• Sedang = ¼ lingkaran badan + 4cm
• Longgar = ¼ lingkaran badan + 5cm

Berbekal hasil pengukuran tersebut, pertama-tama buatlah terlebih dahulu garis bantu untuk memudahkan pembuatan pola.

source: Jarumjahit.com

Pada pola di atas terdapat 5 garis bantu. Berikut ini keterangannya.
• Titik A adalah garis tengah kemeja
• Garis 1 adalah garis puncak bahu
• Garis 2 adalah garis bahu = 1/10 lebar bahu
• Garis 3 adalah garis dada = ½ lebar bahu diukur dari garis 1
• Garis 4 adalah panjang kemeja

Kemudian tambahkan dua garis lagi yakni garis B dan C.
• Garis B dibuat dari titik A ke kiri 1,5cm. Fungsinya untuk kancing
• Garis C dibuat dari titik B ke kiri 5,5cm. Fungsinya untuk lipatan kancing.
Pola Dasar Kemeja Pria Bagian Depan

source: Jarumjahit.com

Pola Dasar Kemeja Pria Bagian Depan

Jika garis bantu telah dibuat, selanjutnya buatlah pola dasar kemeja pria bagian depan berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh. Berikut ini rumus pola dasar kemeja pria yang wajib diperhatikan untuk membuat pola.
• Titik A adalah garis tengah kemeja
• Garis B adalah titik A ke kiri 1,5cm fungsinya untuk kancing
• Garis C adalah dari titik B ke kiri 5,5cm fungsinya untuk lipatan kancing
• B-D = 1/5 lingkar leher = 8cm
• B-E = ½ lebar bahu = 23cm
• Dari titik D tarik lurus ke arah kanan menyentuh garis 2=E1
• D-E1 = D-E = 15cm
• B-F = BD – 1,5cm = 6,5cm
• A-G = ½ lebar = 23cm
• G-H = ½ lingkar badan + 3cm = 27cm
• A-J = panjang kemeja = 72cm
• J-K = G-H = 27cm
• A-L = panjang punggung + 2cm = 41cm+2cm = 43cm
• L-M = (G-H) -1cm = 27cm – 1cm = 26cm
• K-K1 = naik 1,5cm, jika ingin ada belahan di samping, K1 naik 13cm
• Dari titik E1 tarik garis lurus ke bawah menyentuh garis dada = O
• O-P = ½ (E1-O), P-P1 ke kiri 1cm
• G-G1 = 1,5cm (untuk kancing) + 5,5cm (lipatan kancing) = 7cm
• L-L1 = 1,5cm (untuk kancing) + 5,5cm (lipatan kancing) = 7cm
• J-J1 = 1,5cm (untuk kancing) + 5,5cm (lipatan kancing) = 7cm
Kemudian hubungkan titik-titik yang membentuk pola kemeja bagian depan C- B – F – D – E1 – P1 – H – M – K1 – J- J1 – C.

source: Jarumjahit.com

Menambahkan Pola Kantong

Setelah pola kemeja pria bagian depan berhasil dibuat, lanjutkan dengan menambahkan pola kantong. Adapun rumus membuat pola kantong kemeja pria adalah sebagai berikut.
• G-G2 = (B-D) – 2cm
• O-O1 = 3cm
• G2-G3 = 2,5cm
• G3-O2 = G2-O1
• G3-T = (G3-O2) + 1cm sampai 1,5cm

 

Pola Dasar Kemeja Pria Bagian Belakang

Berpegang pada pola dasar kemeja pria bagian depan, selanjutnya buatlah pola dasar kemeja pria bagian belakang. Berikut ini rumusannya.

  • Titik E1 naik ke atas (1/10 lebar bahu – 1) x2 = (4,6 – 1) x 2 = 7,2cm. Nilai ini kemudian dibulatkan menjadi 7cm.
  • Lalu buatlah garis lurus 5.
  • R adalah titik pertemuan garis 5 dan garis A.
  • R – R1 = ½ lebar bahu
  • Titik D naik ke atas (E1 – R1) – 1cm. Lalu buatlah garis lurus 6.
  • R1 – S = D – E1
  • R1 buat garis lurus ke bawah menyentuh garis 3, maka terbentuk titik W
  • Titik X adalah ½ garis R1 – W
  • X – X1 masuk ke dalam 1cm

Kemudian hubungkan titik-titik R – S – R1 – X1 – H – M – K1 – J – R maka terbentuklah pola kemeja pria bagian belakang.

source: Jarumjahit.com

Garis Bantu Pola Lengan Kemeja Pria

Berbekal hasil pengukuran bagian lengan, buatlah garis bantu dengan berpedoman pada rumus pola lengan kemeja pria berikut ini.
• Garis O: garis pertengahan pola lengan
• Garis 1: garis puncak lengan
• Garis 2: garis pangkal lengan = ¼ lebar bahu – 1,5cm
• Garis 3: garis lengan pendek, diukur dari garis 1
• Garis 4: garis lengan panjang, diukur dari garis 1
• Garis 5: garis lebar pangkal lengan = ½ lebar bahu – 1cm

source: Jarumjahit.com

Rumus dan Pola Lengan Kemeja Pria

Jika garis bantu sudah dibuat, barulah lanjutkan dengan membuat pola lengan kemeja pria dengan berpedoman pada rumus pola lengan kemeja berikut ini:

  • Titik A adalah titik puncak lengan
  • A – B adalah titik puncak = ¼ lebar bahu – 1,5cm
  • B – C = ½ lebar bahu – 1cm
  • Lantas buatlah garis lurus A – C
  • Garis A – C dibagi menjadi 3 bagian yakni A –F, F – G, dan G – E
  • Lalu garis G – E dibagi menjadi 2 untuk mendapat titik H

 

  • F – F1 = naik 1cm
  • H – H1 = turun 0,5cm

 

  • A – C = panjang lengan pendek
  • C – J = ½ lingkaran lengan pendek atau (B – E) – 5cm
  • A – D = panjang lengan – lebar manset
  • D – K = lebar lengan
  • Lebar manset 5cm hingga 6cm atau sesuai keinginan. Sedangkan belahan manset 10cm hingga 12cm.

source: Jarumjahit.com

Garis Bantu Pola Kerah

Untuk membuat pola kerah kemeja pria, buatlah terlebih dahulu garis bantu seperti ilustrasi di atas. Adapun rumus garis bantu tersebut sebagai berikut:

  • A adalah garis tengah kerah
  • O adalah garis kaki kerah
  • O – 1 = ke atas 3cm
  • 1 – 2 = ke atas 2cm
  • 2 – 3 = ke atas 4cm
  • 3 – 4 = ke atas 1cm
  • A – 5 = ½ lingkar leher

source: Jarumjahit.com

Rumus dan Pola Dasar Kerah Kemeja Pria

Jika garis bantu sudah dibuat, langkah berikutnya adalah membuat pola kerah kemeja pria bagian atas. Berikut ini panduannya.

O – A = ½ lingkar leher
O – B = naik 3cm
B – C = naik 2cm
C –D = naik 4cm
D – G = naik 1cm

A – A1 = ke atas 3cm
A1 – A2 = ke kiri 1cm
C – C1 = ke kanan 5cm
D – D1 = ke kanan 9cm
D – G = ke atas 1cm
G – H = ½ lingkar leher
H – H1 = ke kanan 1,5cm
Selanjutnya gabung titik-titik C – C1 – A2 – H1 – D1 – G – C sehingga diperoleh pola kerah kemeja pria bagian atas.

source: Jarumjahit.com

Masih dengan garis bantu yang sama, buatlah pola bagian bawah kerah kemeja pria dengan menggunakan rumusan berikut ini:
• O – A = ½ lingkar leher
• O – B = naik 3cm
• B – C = naik 2cm
• C – D = naik 4cm
• D – G = naik 1cm
Kemudian buatlah pola kaki kerah dengan mengikuti ketentuan di bawah ini.
• A – E = ke kanan 1,5cm
• E – E1 = naik 1cm
• A – F = ke kiri 8cm
• A – A1 = naik ke atas 3cm
• A1 – A2 = ke kiri 1cm
Setelah itu gabung titik-titik O – F – E1 – A2 – B – O untuk mendapatkan pola kaki kerah kemeja pria.

source: Jarumjahit.com

Nah, demikianlah pola dasar kemeja pria dari awal dengan rumus pola dasar per bagian kemeja pria. Tipsnya, buatlah pola dengan benar sebelum memindahkannya ke atas kain. Pola yang benar akan memperkecil terjadinya kesalahan dalam proses pembuatan kemeja.

Jangan lupa, untuk pemula sebaiknya gunakan potongan kain sisa atau kain yang sudah tidak terpakai. Nantinya jika hasil jahitan sudah memuaskan, barulah gunakan kain yang bagus. Ingat, tak ada yang sempurna pada hasil pekerjaan yang pertama kali. Jangan putus asa dan terus ulangi dengan belajar dari kesalahan hasil percobaan pertama. Selamat belajar menjahit! Salam jarum jahit!