Jarum jahit memiliki bentuk batang dengan salah satu ujung yang meruncing. Di ujung yang runcing terdapat mata jarum sebagai jalan masuk untuk benang. Jarum jahit tangan mempunyai mata jarum di bagian pangkalnya. Sedangkan jarum mesin jahit dilengkapi mata jarum pada bagian paling bawah dari batang jarum yang runcing. Di era modern, jarum tersebut dari bahan kawat baja dengan lapisan nikel atau emas yang berfungsi untuk mencegah korosi. Nah, sebelum memilih jarum jahit, sebaiknya ketahui terlebih dahulu jenis-jenis jarum jahit yang ada di pasaran.

Jenis-Jenis Jarum Jahit

1. Jarum Mesin Jahit Manual, Otomatis dan Semi Otomatis

Jarum untuk mesin jahit manual, otomatis dan semiotomatis adalah jenis jarum yang mempunyai mata jarum sebelum bagian ujung jarum yang runcing. Secara sederhana, bagian-bagian penting jarum mesin jahit meliputi:

  • Bagian pangkal jarum, fungsinya sebagai tempat memasukkan jarum ke rumah jarum atau ke penjepit jarum.
  • Bagian atas jarum yang lebih tebal, fungsinya untuk menopang seluruh jarum. Bagian ini nantinya dijepit oleh penjepit jarum atau sekrup jarum.
  • Bahu jarum, berada di bagian tengah antara shank dan bagian tajam jarum.
  • Bagian runcing jarum yang memanjang dari bagian atas jarum sampai mata jarum adalah bagian jarum yang terkena gesekan paling banyak. Karena gesekan ini pula, nantinya bagian jarum ini akan menjadi memanas ketika menembus kain.
  • Bagian alur jarum yang panjang, fungsinya untuk mendukung kelancaran penarikan benang dan juga sebagai pelindung ketika benang tertarik ke bawah menembus kain saat terbentuknya formasi jahit. Bagian alur jarum yang panjang ini terdapat di sisi bagian jarum yang runcing.
  • Bagian alur jarum yang pendek, fungsinya untuk membantu pembentukan simpul pada benang. Alur jarum yang pendek ini terdapat di sisi lain dari alur jarum yang panjang, menghadap ke shuttle, looper atau pengait.
  • Mata jarum, berada di bagian paling bawah dari batang jarum yang meruncing. Pada bagian inilah benang jahit dimasukkan.
  • Bagian cekung jarum, berada di atas bagian mata jarum. Fungsinya untuk membantu memperkecil jarak setelan shuttle, looper atau pengait dengan jarum.
  • Titik ujung jarum adalah bagian jarum jahit yang paling menentukan penetrasi jarum ke kain. Ujung jarum jahit dirancang agar dapat menembus kain dengan mudah sesuai dengan sifat dan karakteristik setiap bahan serta hasil jahitan yang diharapkan.
Tips memilih jarum jahit

thesprucecrafts.com // tips memilih jarum jahit

2. Jarum Mesin Jahit Industri

Berbentuk silinder seluruhnya, jarum mesin jahit industri tak mempunyai bagian yang pipih seperti yang terdapat pada jarum mesin jahit manual.

3. Jarum Mesin Obras

Jenis jarum jahit ini memiliki bentuk bulat pada ujung atasnya. Jarum mempunyai ukuran lebih pendek jika dibandingkan jarum mesin jahit.

4. Jarum Jahit Kembar (Twin Needle)

Jenis jarum jahit ini mempunyai 2 mata jarum dalam satu batang benang. Fungsi jarum ini untuk menjahit kelim tiras kain atau membuat jahitan aplikasi dengan ketebalan bervariasi.

Untuk menjahit baju, jarum jahit kembar ini umumnya divariasikan dengan pintuck foot. Adapun fungsinya untuk membuat jahitan dekoratif seperti efek lipatan pada kain untuk mendapatkan kesan vintage dan klasik.

tips memilih jarum jahit

amazon.com // tips memilih jarum jahit

5. Jarum Tapestri

Jenis jarum jahit ini dipakai untuk bordir, untuk membuat baju dan juga menambal baju yang robek. Jarum tapestri memiliki mata jarum yang besar dengan ujung jarum tumpul.

6. Jarum Wol atau Jarum Bordir

Jarum jahit ini mempunyai mata jarum lebih panjang. Tujuannya agar mudah digunakan untuk beberapa helai benang sekaligus atau untuk dipakai dengan jenis benang sulam dari wol.

7. Jarum Serbaguna (Jarum Sharp)

Jarum serbaguna adalah jarum jahit yang biasa digunakan untuk menjahit baju dengan tangan. Jarum ini memiliki ujung yang tajam, bermata jarum bundar dan panjangnya sedang. Jenis jarum jahit ini tersedia dalam beberapa ukuran sehingga bisa dipilih sesuai dengan jenis kain atau jenis jahitan, antara lain:

  • Jarum serbaguna kecil dengan ujung runcing dan tajam.
  • Jarum serbaguna sedang untuk membuat jahitan rapat halus.
  • Jarum serbaguna besar untuk membuat tusuk jelujur.

Penomoran Jarum Jahit

Selain mengetahui jenis-jenis jarum jahit, kenali pula penomoran jarum jahit agar nantinya lebih mudah memahami tips memilih jarum jahit. Nomor-nomor khusus pada jarum jahit berfungsi menunjukkan ukuran jarum. Setidaknya ada dua cara penomoran jarum jahit.

1. Cara pertama

Menggunakan nomor metrik (Nm). Nomor ini mewakili diameter bagian runcing jarum dengan satuan milimeter. Diameter diukur tepat dari atas bagian cekung tetapi tidak termasuk bagian runcing jarum.
Jarum Nm 110, artinya jarum memiliki diameter 1,1 millimeter pada bagian runcing jarum.
Jarum Nm 50, artinya jarum memiliki diameter 0.5 millimeter pada bagian runcing jarum.

2. Cara kedua

Menggunakan sistem penomoran Amerika dan Eropa. Contoh, jarum ORGAN 80/12. “ORGAN” menunjukkan merk jarum, sedangkan “80/12” menunjukkan ukuran jarum. Angka “80” dan “12” sebenarnya merupakan satu ukuran yang sama. Angka “80” mengacu pada European size, sementara angka “12” merujuk pada American size.

tips memilih jarum jahit

marthastewart.com // tips memilih jarum jahit

Tips Jitu Memilih Jarum Jahit

Berbekal pengetahuan mengenai jenis-jenis jarum jahit dan penomoran jarum jahit, maka sekarang saatnya menyimak tips memilih jarum jahit. Adapun beberapa tips jitu yang harus diperhatikan dalam memilih jarum jahit antara lain:

1. Pilih jenis jarum yang sesuai dengan jenis mesin jahit Anda. Sebab, jenis jarum jahit untuk mesin obras dan mesin neci tentu berbeda dengan jenis jarum jahit untuk mesin jahit biasa.

2. Pilih jarum jahit kualitas terbaik. Alasannya, jarum jahit berkualitas lebih awet dan bisa berfungsi dengan baik. Untuk menghindari jarum jahit palsu, pastikan Anda membeli ditempat yang terpercaya dan teruji kualitasnya.

3. Pilih jarum jahit sesuai dengan jenis benang yang hendak dipakai untuk menjahit. Jika ingin menjahit bahan kain yang tebal, sebaiknya pakai jarum jahit bermata jarum besar untuk meloloskan benangnya. Sedangkan untuk menjahit bahan tipis seperti chifon dan satin, pilih jarum berukuran kecil.

4. Kenali pula beberapa pilihan jarum mesin jahit untuk menjahit baju atau kain dengan sifat dan karakteristik yang berbeda-beda.

Jika jarum jahit besar, misalnya ukuran 14 dipakai untuk menjahit bahan halus, maka hasil jahitan akan berkerut dan menampakkan lubang besar pada bekas jahitan. Sebaliknya, bila jarum mesin jahit ukuran kecil, misalnya jarum jahit ukuran 9, digunakan untuk menjahit bahan tebal seperti drill, maka jarum jahit menjadi mudah patah dan benang sering putus.

Intinya, semakin halus jenis kain maka semakin kecil pula ukuran jarum yang harus digunakan. Sebaliknya semakin tebal jenis kain, maka semakin besar pula ukuran jarum jahit.

Berikut ini beberapa referensi yang bisa digunakan.

  • Ukuran jarum jahit 9 untuk jenis kain sutra, chifon, voile, dan organdi.
  • Ukuran jarum jahit 11 untuk kain paris, brokat halus, dan katun.
  • Ukuran jarum jahit 13 untuk kain katun, shantung, tafeta, dan linen.
  • Ukuran jarum jahit 14 untuk kain linen, poplin, semi wool, dan wool.
  • Ukuran jarum jahit 16 untuk kain jeans tebal.
  • Ukuran jarum jahit 18 dan 20 untuk terpal serta kain jok kursi.

5. Pilih jarum mesin jahit khusus leather untuk menjahit bahan kulit, pu leather, kulit imitasi dan bahan kulit lain yang hampir sejenis. Jenis jarum leather dapat dipakai untuk semua merk mesin jahit rumahan. Adapun ukuran jarum leather ada tiga macam yakni ukuran 14, 16 dan 18.

6. Pilih jenis jarum jahit khusus denim untuk menjahit kain denim. Jenis jarum denim ini bisa dipakai untuk semua merk mesin jahit rumahan. Bagian ujung jarum sangat tajam dengan mata ramping dan sangat kuat. Jenis jarum ini juga cocok dipakai untuk menjahit kain kanvas.

Jarum denim umumnya tersedia dalam 3 pilihan ukuran yakni 14, 16 dan 18. Khusus jarum jahit no 14, biasa dipakai jenis denim untuk pakaian yakni jenis bahan yang light hingga medium. Sedangkan kain kain denim yang kaku dan tebal, gunakan jarum nomor 16 atau 18.

7. Pilih jarum jahit khusus jersey dengan ukuran 12 dan 14 untuk menjahit bahan kain yang bersifat stretch seperti jersey. Jarum jahit untuk jersey disebut jarum ballpoint Needle.

Jenis jarum ini tidak akan merusak kain, sebab ujung jarum dirancang agak bulat. Bagian ujung jarum ini tidak akan membuat hasil jahitan benang loncat-loncat.

8. Pilih jarum mesin jahit khusus stretch yang memiliki fungsi hampir sama seperti jarum jersey jika Anda ingin menjahit kain yang lebih melar dibandingkan jersey.

Misalnya saja spandek atau bahan knitting. Jenis jarum jahit hanya ada 2 nomor saja yakni nomor 11 dan 14.

Nah berbekal tips memilih jarum jahit ini, dijamin kualitas jahitan yang dihasilkan terjaga rapi dan indah. Jika Anda sedang belajar menjahit dan membutuhkan informasi mengenai peralatan jahit pokok lainnya, silahkan simak artikel kami mengenai peralatan jahit yang utama bagi pemula. Semoga bermanfaat!